• Beranda
  • Twitter
  • Pesbuk
  • Sosbud
  • Polhuk
  • Sastra
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Asal Mula
  • PKn
  • SKI
  • Biologi
  • Fisika
  • Lakum Dinukum

    Rayakanlah agamamu dalam dirimu...
    tanpa manusia...
    tanpa orang lain..
    Usir lah keinginan melibatkan manusia dan keyakinan orang lain dalam keyakinan mu.

    Aku melawan dengan cara seadanya..bahwa kapitalisme ini sudah luar biasa.
    Aku mencegah agama menyediakan punggungnya bagi kapitalisme.
    Aku menoleh ke jendela yang sempit sejak kemarin meniup lilin dan mengucap salam.
    Tapi izinkan aku keberatan dengan hingar bingar ini...
    aku merasa Tuhan telah lari dari kita.

    Aku ingin agama melawan sikap manusia yang berlebihan dan memuakkan.
    Sepertinya ini bukan agama...
    upacara ini sudah melampaui batas.
    Dirayakan oleh pemilik uang.
    Para pendosa.

    Kata mereka rakus itu baik, "Greed IS Good"...
    kata mereka konsumsi itu bagus dan Tuhan-Lah yg lahirkan nafsu
    Kata mereka sosialisme hanya bisa membagi-bagi...
    dan kapitalisme-lah yang mencipta harta.

    Mengertikah kau apa yang Kaukatakan?
    Mengertikah kau arti simbol yang kau pakai?
    Puasa mengikatnya dan Lebaran seperti melepasnya kembali.
    Tidakkah kita lelah diperdaya?

    Apakah agama tidak bisa menghentikan konsumerisme ini?
    Apakah kita tidak bisa bersatu melawan penipuan ini?
    Aku tidak mengajakmu kembali ke zaman batu.
    Aku mengajakmu melihat perilaku nafsu.

    Dan suatu hari kita akan terpaksa berpelukan karena bumi semakin letih.
    Harus ada batas konsumsi dari dunia kita yang semakin kosong.
    Maafkan aku...
    Mungkin ini kan kau salah tafsirkan...
    Tapi aku melihat CUBA telah menyerah...
    Kapitalisme telah berjaya..
    Dan kita melihat agama jadi juru bicara...

    Agama harus menggunakan wibawanya untuk mendefinisikan arti "cukup!"
    Adakah rasa bersalah pada dirimu..
    Adakah rasa bersalah pada diriku?
    Tuhan, Maafkan kami malam ini..
    Tuhan, Hentikanlah kami dengan kuasa MU..

    ~ Fahri Hamzah - 26 Desember 2014 ~

    Fahri Hamzah

    0 comments

    Posting Komentar